Minggu, 28 November 2010
Rahasia 90/10
Setiap hari merupakan hari yang buruk. Hal-hal tak menyenangkan selalu terjadi.
Stress yang terus menerus, tak ada sukacita, dan hubungan persahabatan yang retak. Waktu dipenuhi kekuatiran, kemarahan yang meretakkan persahabatan, hidup tampak suram dan tak dapat dinikmati sepenuhnya. Tak ada kawan. Hidup menjadi membosankan. Apakah Anda begitu? Bila ya, jangan patah semangat. Anda bisa berubah! Pahamilah dan gunakanlah rahasia 90/10. Ini akan mengubah hidup Anda.
Bagaimana rahasia itu?
10% hidup Anda adalah yang terjadi pada Anda yang tak dapat Anda hindari. Namun 90% hidup Anda ditentukan oleh bagaimana Anda menyikapi dan bereaksi terhadap yang 10% itu.
Apakah artinya ini? Kita tak dapat mengendalikan 10% yang terjadi pada diri kita. Kita tak dapat menghindari mobil yang rusak. Kita tak dapat menghindari pesawat yang datang terlambat, yang menyebabkan jadwal kita kacau. Anda mungkin terjebak dalam kemacetan lalu lintas. Kita tak dapat mengendalikan yang 10% ini.
Yang 90% berbeda. Anda dapat menentukan 90% sisanya ini.
Bagaimana? Dengan reaksi Anda. Anda tidak dapat mengendalikan nyala merah pada lampu pengatur lalu lintas, tetapi Anda dapat mengendalikan reaksi Anda.
Coba kita gunakan contoh ini.
Anda sedang makan pagi dengan keluarga Anda. Anak perempuan Anda menumpahkan secangkir kopi pada kemeja Anda. Anda tak dapat mengendalikan yang terjadi ini. Tetapi yang terjadi berikutnya ditentukan oleh reaksi Anda.
Anda mengumpat. Anda memarahi anak perempuan Anda karena telah menumpahkan kopi. Setelah memarahi anak Anda, Anda berganti menyalahkan isteri Anda karena meletakkan cangkir kopi itu terlalu di pinggir meja. Terjadi pertengkaran singkat. Anda bergegas naik ke atas dan mengganti kemeja Anda.
Ketika kembali ke bawah Anda mendapatkan anak Anda menyelesaikan makan paginya sambil menangis. Ketika ia siap untuk berangkat sekolah, ia sudah ketinggalan bis.
Isteri Anda harus segera berangkat bekerja. Anda harus mengantar anak Anda ke sekolah. Karena terlambat, Anda memacu mobil Anda dengan kecepatan 60 kilometer per jam di jalanan dengan batas kecepatan 45 kilometer per jam.
Setelah terlambat 15 menit dan membayar denda tilang 60 dolar, Anda sampai ke sekolah. Anak Anda lari ke gedung sekolah tanpa mengucapkan sepatah katapun pada Anda. Setelah terlambat 20 menit di kantor Anda sadar telah lupa membawa tas Anda.
Hari Anda telah dimulai dengan buruk. Ketika Anda melewati hari itu, segala sesuatu tampak makin buruk dan buruk. Tiba waktunya Anda pulang. Ketika Anda tiba di rumah ada kekecewaan dalam relasi Anda dengan isteri dan anak Anda.
Mengapa? Karena reaksi Anda pagi tadi.
Mengapa Anda mendapatkan hari yang buruk?
A. Apakah kopi yang menyebabkannya?
B. Apakah anak Anda yang menyebabkannya?
C. Apakah polisi yang menilang Anda yang menyebabkannya
D. Apakah Anda yang menyebabkannya?
Jawabnya adalah D. Anda tidak dapat menghindarkan yang terjadi dengan kopi Anda. Tetapi reaksi Anda dalam lima detik yang pertama yang menyebabkan hari buruk Anda.
Berikut ini adalah bagaimana yang bisa dan seharusnya terjadi.
Kopi menumpahi kemeja Anda. Anak Anda hendak menangis. Tetapi dengan ramah Anda berkata, “Tak apa sayang, hati-hatilah lain kali.”
Anda bergegas ke atas mengganti kemeja Anda. Ketika Anda turun, Anda melihat anak Anda lari ke bis sekolah. Ia menengok sambil tersenyum dan melambaikan tangan. Anda mengecup isteri Anda sebelum Anda berdua berangkat bekerja. Anda tiba 5 menit lebih awal dan dengan riang menyalami staf Anda. Bos Anda memuji Anda betapa baik pekerjaan Anda hari itu.
Perhatikan perbedaannya. Dua buah skenario. Keduanya berawal sama. Tetapi berakhir berbeda. Mengapa? Karena REAKSI Anda. Anda memang tidak dapat menghindari 10% yang terjadi. Tetapi sisanya yang 90% ditentukan oleh reaksi Anda.
Ini beberapa cara untuk menggunakan rahasia 90/10.
=> Bila seseorang berkata yang negatif tentang Anda, jangan marah. Jangan biarkan komentar negatif itu mempengaruhi Anda. Bereaksilah secara wajar dan janganlah merusak hari Anda. Reaksi yang salah dapat menyebabkan Anda kehilangan kawan, dipecat, menjadi stress dan sebagainya.
=> Anda kehilangan pekerjaan Anda. Mengapa harus kehilangan tidur nyenyak dan menjadi cemas. Gunakan waktu dan energi “kuatir” Anda untuk mencari pekerjaan lain.
Anda sekarang tahu rahasia 90-10. Gunakan itu dan Anda akan takjub akan hasilnya.
Yang Anda pikir, yang Anda tahu, atau yang Anda percayai, hanya berakibat kecil.
Yang memberikan akibat adalah yang Anda LAKUKAN.
PIANO
Sang ayah membeli 2 buah tiket pertunjukan, untuk dirinya dan anaknya. Pada hari pertunjukan, satu jam sebelum konser dimulai, kursi telah terisi penuh, sang ayah duduk dan putranya tepat berada di sampingnya. Seperti layaknya seorang anak kecil, anak ini pun tidak betah duduk diam terlalu lama, tanpa sepengetahuan anaknya, ia menyelinap pergi. Ketika lampu gedung mulai diredupkan, sang ayah terkejut menyadari bahwa putranya tidak ada di sampingnya. Ia lebih terkejut lagi ketika melihat anaknya berada dekat panggung pertunjukan, dan sedang berjalan menghampiri piano yang akan dimainkan pianis tersebut. Didorong oleh rasa ingin tahu, tanpa takut anak tersebut duduk di depan piano dan mulai memainkan sebuah lagu, lagu yang sederhana, twinkle2 little star.
Operator lampu sorot, yang terkejut mendengar adanya suara piano mengira bahwa konser telah dimulai tanpa aba-aba terlebih dahulu, dan ia langsung menyorotkan lampunya ke tengah panggung. Seluruh penonton terkejut, melihat yang berada di panggung bukan sang pianis, tapi hanyalah seorang anak kecil. Sang pianis pun terkejut, dan bergegas naik ke atas panggung. Melihat anak tersebut, sang pianis tidak menjadi marah, ia tersenyum dan berkata "Teruslah bermain", dan sang anak yang mendapat ijin, meneruskan permainannya. Sang pianis lalu duduk, di samping anak itu, dan mulai bermain mengimbangi permainan anak itu, ia mengisi semua kelemahan permainan anak itu, dan akhirnya tercipta suatu komposisi permainan yang sangat indah. Bahkan mereka seakan menyatu dalam permainan piano tersebut. Ketika mereka berdua selesai, seluruh penonton menyambut dengan meriah, karangan bunga dilemparkan ke tengah panggung.
Sang anak jadi GR (Gede Rasa), pikirnya "Gila, baru belajar piano sebulan saja sudah hebat!" Ia lupa bahwa yang disoraki oleh penonton adalah sang pianis yang duduk di sebelahnya, mengisi semua kekurangannya dan menjadikan permainannya sempurna.
Apa implikasinya dalam hidup kita ? Kadang kita bangga akan segala rencana hebat yang kita buat, perbuatan-perbuatan besar yang telah berhasil kita lakukan. Tapi kita lupa, bahwa semua itu terjadi karena Tuhan ada di samping kita. Kita adalah anak kecil tadi, tanpa ada Tuhan di samping kita, semua yang kita lakukan akan sia-sia. Tapi bila Tuhan ada di samping kita, sesederhana apapun hal yang kita lakukan hal itu akan menjadi hebat dan baik, bukan saja buat diri kita sendiri tapi juga baik bagi orang di sekitar kita. Semoga kita tidak pernah lupa bahwa ada Tuhan di samping kita
everything is beautiful
Untuk melihatnya, silahkan klik link dibawah ini, kemudian di download dan save dulu.
download here ~ ( just clicked )
Minggu, 30 Mei 2010
Chapter 2
*Dua hari berselang setelah perundingan*
Malam dimana Blue Moon sangatlah sepi, dimana banyak binatang malam berkeliaran. Tapi tidak dengan kaum Elf, Vampire, Angel, Devil, Manusia, dan Fairy. Mereka tertidur lelap di Karven mereka masing-masing, namun tidak untuk Culraen, Frassy, Helvy, Vilez, Harry, dan Vivy . Mereka telah meninggalkan Karven dan bersiap-siap dengan guardiannya masing-masing. Culraen, Vivy, Frassy, dan Helvy tidak sengaja bertemu dijalan ketika akan menuju gua Clave . “Heiii ,,, “ sapa Vivy yang sedang menunggangi guardiannya . “ Eh,, yah ?? ak tak menyangka akan bertemu dalam perjalanan.. hahaha “ kata Helvy sambil terkekeh . “ Heii…lihat keatas .. !! “ kata Vivy sambil menunjuk langit . “ Haiii.. haii.. “ sapa frassy sambil melintas dilangit dengan elok . “ Hello hel, vy ?? “ sapa Culraen dengan senyum yang ramah . “ Haii jugaaa .. “ jawab mereka serempak . Mereka pun melanjutkan perjalanan dengan tawa canda . Vivy yang menunggangi guardiannya yang seekor unicorn melaju dengan cepat melewati pohon-pohon dihutan Vrilley yang menjulang tinggi. Sedangkan helvy mencoba untuk mengejar Vivy yang ada didepannya sambil berteriak “Vyyyy.. tungguu.. aaa “ . Namun Vivy hanya tersenyum jail saja . Culraen dan Frassy menunggangi phoenix mereka dengan santai . Mereka seakan menari-nari diatas langit malam yang indah .
Ditempat lain, tepatnya di gua Clave Harry, dan Vilez hanya menghela nafas panjang yang menunggu kedatangan ke empat temannya yang lambannya seperti siput . “huuuuhff ,, kemana sih mereka ber empat ?? “ tanya Vilez dengan kesal . “ Paling-paling bermain seperti biasa sambil menuju kemari “ jawab Harry sambil melihat langit malam yang bertabur bintang-bintang kecil . “ Heiii ,, ayoo lekas cepat sebelum Vilez dan Harry mengamuk kepada kita “ teriak Frassy dari langit . “Oh .. tidak.. aku lupa .. !! ayo cepat Helvy “ Kata Vivy sambil melaju kencang . Mereka berempat pun melaju dengan cepat ke gua Clave . –wussssshhh- ‘’Huphh…!!! Akhirnya sampe juga “ kata Frassy turun dari guardiannya . Culraen, Helvy , dan Vivy pun menyusul tepat dibelakang Frassy dan mendarat dengan mulus . “ eheeem.. “ sanggah Vilez . “Eh.. haii ~ !! “ sapa Vivy dengan gemetaran . Tiba-tiba Culraen pun berdiri didepan Vilez . “ Hai Vil,, maaf jika kami terlambat .. Kau tau betapa sulitnya kluar dari Karven tanpa sepengetahuan orang bukan ?? “ Kata Culraen sambil tersenyum dingin terbesit diraut wajahnya sosok Vampire yang buas dan haus akan darah , dan belum lagi ketika matanya yang merah kelam yang dapat membuat orang sekitar merasakan ketakutan yang mendalam jika menatap langsung matanya tanpa mental dan hati yang kuat . Vilez dan smua kaum yang terdapat di pulau yang nan luas ini tau bagaiman sifat dan hal-hal mistis tentang Vampire berdarah murni ini . Vilez yang tak mau bertengkar dengan Culraen pun menjawab “ Kali ini kalian ku maafkan , ayo cepat Harry sudah menunggu di belakang gua “ jawab Vilez dengan malas .
Mereka pun mengikuti Vilez menuju gua belakang dengan masing-masing guardian yang mengikuti mereka dari belakang . “ Terima kasih raen~chan “ bisik Vivy . “ Hmm.. sama-sama “ balas Culraen dengan tersenyum . Mereka pun sampai dibelakang gua . “ Lama sekali kalian.. “ desah Harry yang sudah berada di mulut belakang gua . “ Hai,, maaf yah sediki terlambat .. tapi kami sudah siap kok !! “ jawab Culraen dengan tersenyum dingin . “ Ya sudah ayo kita berangkat !! ‘’ ajak Vilez dengan terburu-buru . Dengan menunggangi guardian masing-masing mereka pun siap untuk keluar dari mulu gua . “Heii,, kalian jangan kalah dengan kami yha .. ehhehe.. bwekkk “ ejek Vivy sebelum menaiki guardian kesayangannya . “ Hahahah, siapa juga yang mau kalah dengan anak kecil seperti mu ,, bweeekk “ balas Harry dengan nada mengejek . “ Hweehhhh , raen chaaan ~~ “ rengek Vivy . “ Ya ampun,, udah lah kalaian sama-sama anak kecil juga .. ahhaha.. yuk kita pergi “ kata Culraen mengajak . Mereka pun pergi dengan berhati-hati melewati mulut gua tersebut . Dengan cepatnya Vivy terbang ke langit menggunakan guardiannya . Ia melayang-layang diangkasa bagaikan burung merpati yang baru lepas dari sangkarnya . Culraen yang melihat hal tersebut hanya tersenyu kecil, karna Ia tau bagaimana sifat elf yang lugu itu .
Tanpa basa basi lagi mulai lah perjalanan mereka menuju air terjun 6 bintang . sebagian dari mereka menunggangi guardian mereka yaitu unicorn dan sebafian lagi menunggangi phoeninx . Dengan guardian mereka masing-masing melesat di langit serta menembus hutan yang nan lebat . Blue Moon yang akan menampakkan dirinya pun hampir terlihat . Cahayanya yang hampir terlihat dibalik langit-langit malam yang bertabur bintang . “ Heiii,, kita harus cepat !! “ teriak Vilez . Mereka pun memacu guardian masing-masing dengan cepat . “ Akhirnya sampai juga “ kata Frassy dengan terengah-engah . Mereka pun turun dari guardian masing-masing dan meninggalkannya digua yang tak dapat dilihat seorang pun . Mereka terus berjalan menyusuri jalan gelap dimana tetesan air-air mulai terdengar . Vivy yang takut gelap merangkul tangan Culraen dengan erat . Sampailah mereka di tengah-tengah air terjun 6 bintang . Air terjun yang begitu indah, dikelilingi kunang-kunang malam . Mereka pun menghadap sisi-sisi air terjun masing-masing yang mewakili kaum mereka . Dan mulai menunggum Blue Moon yang hampir muncul dibalik awan malam ..
~~~ To Be Continue ~~~
The History of Xhaveriuz Cross
Bertahun-tahun sebelum masehi dimana para vampire, elf, fairy, angel, devil, dan manusia saling berperang untuk mempertahankan hidup. Banyak dari mereka tewas akibat peperangan tersebut. Tak ada satupun dari mereka yang ingin berdamai. Kekacauan terjadi dimana-mana, teriakan, tangis, serta jeritan ketakutan menaungi perang tersebut. Hanya sedikit dari mereka yang dapat bertahan hidup dan melarikan diri dari peperangan tersebut. Tak kala ada sedikit dari mereka yang ingin berdamai. Seperti Vampire berdarah murni yang bijaksana bernama Culraen, Devil yang menyeramkan bernama Vilez, fairy yang ramah bernama Frasy, Elf yang murah senyum bernama Vivy, Angel yang baik hati bernama Helvy, dan Manusia yang berani bernama Harry. Mereka adalah wakil dari setiap kaum yang ingin berdamai dan mengakhiri perang ini. Mereka juga yang akan mengubah semua kekacuan ini, dan memulai zaman yang baru dimana semua kaum hidup dalam damai dan saling membantu.
Pada malam bulan purnama yang sunyi senyap mereka akan berkumpul untuk merundingkan tentang rencana mereka. Mereka akan berkumpul didekat goa yang terletak didalam hutan Harvest. “Psst….” Bisik Harry, “Sebelah sini…” pintanya. Helvy dan yang lain mengikuti Harry ke dalam hutan Harvest. Mereka akan membicarakan tahap-tahap bagaimana akan mengakhiri semua kekacauan ini. Akan tetapi mereka terus tetap waspada agar tidak ketahuan oleh kaum yang lainnya. Setibanya digoa mereka melepas jubah masing-masing dan memulai pembicaraan tersebut. Culraen pun memulai pembicaraan mereka, “aku ingin membereskan peperangan ini secepat mungkin, aku sudah tidak tahan lagi mendengar tangis mereka yang kehilangan keluargannya akibat perang ini..” katannya. “Begitu pula dengan aku Culraen aku sangat sedih melihat kejadian ini” kata Helvy sambil menghela nafas. “Kalian hanya bisa mengomel saja, makanya pikir kita datang tengah malam begini untuk memikirkan hal itu bukan..” dengus Vilez kesal. “Sudah-sudah jangan bertengkar, sebaiknya kita mulai pembicaraan kita..” kata Harry. “hmm,, bagaimana kalu kita berbicara lantang kepada smua kaum..” usul Vivy. “Tapi itu sangat sulit bukan ?? jika kita mengingat bahwa setiap kaum yang saling bertemu tanpa disengaja mereka akan langsung menyerang satu sama lain!!!” jawab Frasy mantap.”Betul apa yang dikatakan Vivy..” tambah Harry.
Sementara itu mereka sibuk dengan pikiran mereka sendiri, memikirkan jalan keluar ini semua. Hening sejenak Culraen pun berdiri dan memecah keheningan tersebut. “ Bagaimana kalau kita tanyakan kepada mereka.. Apa yang mebuat mereka benci terhadap kaum yang satu dan yang lainnya ?? “ kata Culraen antusias. “ Hmm,, menanyakan satu dan yang lain ?? Menurut ku itu ide bagus.. tapi bagaimana kita mengumpulkan mereka smua, jika mereka sibuk memikirkan perang antara satu dengan kaum yang lainnya ?? “ tanya Harry. “ hahaha.. itu sangat mudah bagiku” jawab Vivy dengan terkekeh. “Critakan caranya kalau begitu “ sanggah Vilez dengan dingin. “ Oke.. Kalian tau kan bahwa sesepuh kita akan selalu membantu kita jika dalam kesulitan ?? Nah,, kita datangi air terjun 6 bintang. Kita minta pada para sesepuh agar mengumpulkan smua kaum-kaum kita pada setiap sisi-sisi air terjun yang dimana sesepuh stiap kaum berada. Dengan begitu kita dengan mudah menjelaskan kepada smua yang ada di Pulau yang begitu besar ini. “ Jelas Vivy . “ Wah,, Ide yang bagus Vivy, kau Elf yang pintar ! hahaha “ kata Frasy denga senang. “ Air terjun 6 bintang yah ?? maksud mu bintang azure melambangkan kaum angel, marine melambangkan kaum elf, forein kaum fairy, bloody melambangkan kaum vampire, helly melambangkan kaum devil, dan bintang spare yang melambangkan kaum manusia” kata Helvy dengan tenang.
“Yuph.. betul.. !! bagaimana menurut kalian ?? “ tanya Vivy dengan penasaran. “ Mungkin bisa kita coba,, “ Jawab Culraen dengan tersenyum. “ Jadi kapan kita berangkat ke air terjun 6 bintang ?? “ tanya Harry. “ Hm.. Bagaimana lusa ?? tepat dengan kemunculan blue moon ?? bukankah sangat tinggi kesempatan pada saat itu untuk membujuk sesepuh ?? “ jawab Frassy. “ Oke.. kita putuskan lusa saat blue moon muncul.. kita berkumpul dengan guardian masing-masing menuju air terjun 6 bintang , oke ?? “ tanya Culraen dengan jelas. “ baiklah “ serempak mereka menjawab. “ Hei, jangan lupa kita berkumpul di gua Clave ok !? “ tukas Vilez . “ Hmm “ jawab mereka.
Rabu, 10 Maret 2010
NO TITLE
Di suatu pagi, sekitar jam 4, terlihat seorang pria dan seorang wanita sedang berbicara serius. Sang pria berkata ingin menanyakan beberapa hal kepada sang wanita, dan mereka akan bertemu di tempat dan jam yang sama. Yaitu di atas gedung itu, di tempat teratas gedung tua, yang dulunya adalah gedung pameran pernikahan. Berjanjilah mereka dan mereka bertemu lagi.
Saat si wanita tiba di tempat itu, terlihat sang pria sedang menikmati paginya dunia yang indah itu. Langit biru yang berhiaskan awan yang indah. Masih terlihat gelap, berkabut jg. Tapi sang pria tetap melukiskan sebuah senyuman kecil untuk pemandangan itu. Sang pria lalu menutup matanya, seperti berharap sesuatu, suatu hal yang mungkin tak dapat di rasakan lagi, yang takkan mungkin di dapatkannya. Tapi ia harus mencoba, bagaimanapun caranya. Apapun harus di coba, biarpun sulit, tapi tak mengapa jika itu baik adanya.
Saat mata pria itu terbuka perlahan, di rasakannya angin berhembus pelan mengenai rambutnya. Sejuk, nyaman terasa. Lalu wanita yang di tunggunya pun datang menghampiri dan berdiri di sebelahnya. Wanita itu tampak sangat cantik, meskipun masi gelap, tapi mata pria itu tak dapat melepaskan pandangannya.
Wanita disampingnya seperti bidadari pagi yang akan menemani waktunya sekarang ini. Bidadari yang mungkin takkan pernah tau perasaannya selama ini, bidadari yang selalu dia impikan, bidadari yang akan mencerahkan hati yang gelap dan rapuh itu, bidadari yang hanya ada dalam angan kelabunya, sebagaimana kita tau, tak terasa dan tergapai sedikitpun, tak terlihat secara kasat mata, dan, nyata tentunya.
Dengan senyumnya, wanita itu menyapanya :
“Sudah lama menungguku? Maaf aku agak terlambat. Aku habis bertemu dia, tampan sekali dia pagi ini, aku tak sabar untuk bertemu dia lagi.”
“oh ia, bagaimana juga kabarmu dengan dia, baik-baik saja bukan? Aku sangat senang jika kalian dapat berlanjut hingga ke tahap pernikahan. Undang aku jika memang begitu.”
Sang Pria yang sedang dalam suasana damai, membalas senyumannya dan berkata :
“Tidak juga, aku baru ada disini beberapa waktu yang lalu. Senang rasanya jika melihatmu dengannya. Aku turut bahagia. Dia memang yang terbaik untukmu, jangan lepaskan dia.”
“Hmm, tidak juga. Aku sudah berakhir dengannya, aku tidak menyukainya. Dia terlalu baik untukku, aku tak pantas dengannya, ada yang lebih mencintainya dan orang itu bukan aku.”
Wanita itu sedikit heran dan bertanya :
“Terimakasih atas dukunganmu, aku senang mempunyai teman sepertimu, akan ku pertahankan dia dan akan ku undang dirimu di acara ulang tahunku nanti, datanglah.”
“dan juga bagaimana dengan dirimu sekarang, sendirikah? Atau sudah mendapatkan yang lain? Apa kau mencintai wanita lain, yang mungkin lebih cantik dan berharga di matamu? Kenalkah aku? Kenalkanlah denganku, aku akan sangat senang mengenalnya. Dia pilihan hatimu.”
Sang Pria dengan ramah menjawab :
“Tentu, aku akan selalu mendukungmu, tak perlu kau khawatirkan itu. Dan aku pasti akan datang, tak perlu kau tunggu, aku akan berada disana sebelum waktunya.”
“Ya, aku sendiri, dan ingin aku mendapatkan wanita itu, biarpun wanita itu tidak mencintaiku, dan aku tau mengapa dia tidak mencintaiku sedikitpun, dia mencintai pria lain. Pria itu tentu berharga dan yang paling dia inginkan seumur hidupnya. Dirimu pastilah mengenal wanita itu, karna dia selalu berada didekatku, aku menyukainya seperti dia menyukaiku, tapi tidak dalam arti yang sama.”
Wanita itu berpaling padanya dan berkata :
“Kau teman terbaikku, aku takkan melupakanmu hingga nanti. Aku menyayangimu.
( Memeluk pria itu dan mencium pipinya )
“Sekarang sudah selesai, aku harus siap-siap untuk pergi dengannya. Jangan putus asa, wanita itu harus tau perasaanmu, katakanlah. Aku akan selalu mendukungmu.”
“Sampai jumpa di pesta ulang tahunku nanti.”
Wanita itu lalu pergi dengan langkah yang indah. Cahaya mulai terpancar ke atas balkon tempat wanita itu pergi. Sinar mata wanita itu masi terbayang di benak sang pria. Pelukannya seperti membawanya terbang ke atas dan mengelilingi awan putih yang indah. Tubuh bidadari tadi mendekapnya dengan pelan, dekapannya membangkitkan semangatnya yang mulai layu. Kini rasa sepi dan hampa pun seperti terusik begitu saja. Tenang jika bertemu dengannya.
“Akankah terasa lagi?”
Seminggu berlalu dengan cepat. Sang pria mendengar bel rumahnya berbunyi, terlihat seorang wanita cantik berdiri di depannya, tersenyum indah dengan rambut panjangnya. Bidadarinya yang telah lama tak ditemuinya, kembali datang kepadanya. Wanita itu datang dengan seorang pria yang diketahui adalah pria impiannya. Dia terlihat bahagia.
Bicaralah Wanita itu :
“Pagi, bagaimana kabarmu hari ini? Aku yakin pagi ini menyenangkan untukmu. Aku tak bisa lama, aku hanya ingin memberikan ini untukmu. Datanglah. Aku menunggumu. Sampai jumpa nanti malam.”
Wanita itu lalu berjalan pergi ke pria idamannya. Mereka berdua sangat cocok. Serasi. Tak terlihat perbedaan yang membuat mereka berdua seperti tidak cocok. Mereka berdua membuat sang pria itu terpaku sesaat, lalu membuka kertas pemberian tadi.
Datanglah ke acara ulang tahunku malam ini. Aku mengundangmu secara khusus, aku yakin kau pasti akan datang, seperti perkataanmu waktu itu. Aku tak perlu hadiah yang mahal ataupun indah, aku hanya ingin kau datang dengan senyum yang indah seperti pertemuan kemarin. Aku menyukaimu. Jangan kecewakan aku. Datanglah dengan pakaian yang indah, aku akan senang melihatmu nanti.
Sang pria terpaku, tak tau harus bagaimana. Seperti terpikir, ia pun membeli sebuah kalung yang bermatakan hati. Indah terlihat. Berkilauan dan pasti akan terlihat lebih dari pada indah jika wanita itu mengenakannya. Tak sabar rasanya. Sebentar lagi acaranya akan dimulai. Pria itupun segera berdiri diantara yang lainnya. Siap untuk memulai acaranya.
Wanita itu lalu tersenyum setelah selesai membuat permohonan dan memberikan potongan pertama pada pria idamannya. Iri rasanya, tapi tak mengapa. Lalu sang Pria yang sudah bersiap ingin pergi, maju dan memberikan hadiahnya. Wanita itu membukanya dan memintanya untuk memakaikannya, Sang pria dengan senang hati memakaikannya dan kalung itupun indah sekali ketika terpakai. Tampak berkilauan di leher bidadari cantik di depan matanya. Bidadari ini indah di pandang, tak ingin melepaskan sedikitpun yang terlihat tentangnya, tapi waktu tak mengijinkan, dan saatnya sang pria untuk pergi. Waktunya sudah habis.
Sang pria kini sedang berada di tempat pertemuannya dengan sang wanita. Tapi kali ini dia sendirian, sang wanita sedang bersama pria idaman. Luka yang selama ini ditahan, kini tak mampu lagi di rasakan, terlalu dalam sudah luka yang tergores, hingga air matapun jatuh tak tertahankan, menetes sedikit demi sedikit.
Terbayang tentang bidadari yang tadi di pandanginya, indah dan cantik. Begitu sempurna baginya hingga tak mampu dijelaskan dengan kata-kata. Tak mengapa, jadikan sebagai memory yang indah. Memory terakhir yang akan diingatnya.
Wanita itu kini kembali datang dan memeluknya. Menangis dan bertanya mengapa meninggalkannya begitu saja. Seakan tak ingin kehilangan, pelukan itu kini makin terasa erat.
“Mengapa kau pergi, aku ingin kau bersamaku, jangan pergi sebelum aku memintanya, sebelum waktu habis dan acarapun selsai. Tetaplah bersamaku meramaikan acara.”
Sang pria lalu melepaskan pelukan itu. Angin kembali berhembus pelan. Lalu berkatalah ia :
“Maafkan aku, aku tak mampu melihatnya lagi. Aku tak sanggup lagi. Benar. Kali ini akan aku katakan padamu.”
“Aku menyukaimu. Lebih dari suka. Lebih dari yang kau tau dari perkenalan kita selama ini.”
“Aku Menyayangimu. Lebih dari kata sayang. Sayang yang tak dapat di artikan dalam bentuk pertemanan.”
“Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu. Apa adanya. Aku akan menerima semua yang ada jika aku mampu dan aku ingin memilikimu. Tapi aku yakin takkan bisa.”
“Jika aku memintamu untuk meninggalkannya, maukah dirimu? Tidak!
“Jika aku memintamu menyayangiku lebih dari pada dia, bisakah? Tidak!
“jika aku menginginkanmu, maukah kau datang?Tidak!
“jika Aku mencintaimu, cintakah kau padaku? Tidak!
“Jika memang tidak, katakanlah sekarang. Tidak !
Mendengar jawaban wanita itu, sang pria bertanya lagi :
“Jika kau telah mencintainya, tentu kau lebih memilihnya dari aku bukan? Iya!
“Jika hatimu sudah bersamanya, takkan ada lagi untukku? Iya!
“Jika aku bukan temanmu, tentu aku takkan kau ingatkan? Iya!
“Jika dirimu sudah memilih, tentu bukan aku orangnya, benar? Iya!
“Jika memang itu semua pilihanmu, tak apa bagiku untuk mengakhiri semuanya malam ini. Dan Iya!
“Terimakasih untuk semua perhatianmu malam ini. Aku tau dari awal takkan mungkin lagi. Tak ada kesempatan untukku menyentuh hatimu sedikitpun. Ruang kecil itu sudah terisi oleh dirinya. Dia yang dapat membuatmu tersenyum setiap kali bertemu denganku. Tak apa bagiku jika begitu.
Jika tak ada kesempatan lagi, kali inilah aku akan mengatakannya padamu. Padamu bidadari hatiku selama ini. Tak kuasa aku menahan air mata jika merasakan perih dan luka yang tertanam dalam lubuk hatiku. Baiklah, aku selsaikan saja rasa sakit ini. Ini terakhir kalinya. Bolehkah aku melihatmu untuk sebentar saja? Biarkan aku menikmati pemandangan indah di hadapanku. Biarkan aku melihat bidadariku malam ini. Sesaat saja. Biarkan aku. Dan jangan sesali apa yang terjadi, apa yang telah menjadi keputusanmu, hargai dan teruskanlah. Aku mencintaimu, selalu dan akan selalu mencintaimu.”
Lalu sang pria berlari dan melompat ke bawah. Pria itu langsung diam membeku. Darah bercucuran dari tubuh yang tak berdaya itu. Kini ia telah berada di atas lagi. Dengan raganya yang tak tampak, memeluk erat wanita itu. Meskipun tak terasa, tapi sang pria bahagia bisa menyatakan perasaannya, tenang dan akan damai. Sang pria pun terbang pergi bersama malaikat dan pergi entah kemana.
Wanita yang terpaku diam, tak berdaya itu pun tanpa pikir panjang, ikut melompat dan akhirnya mati dengan kondisi yang parah. Meninggalkan pria idamannya. Karna sesaat setelah ia menolak sang pria, ia tersadar apa yang telah di ucapkannya dan kini berharap dapat bersama dengan sang pria meskipun di dunia yang tak sama lagi keadaannya.
Dan buktikanlah jika cintamu itu sejati. Jangan buat cinta yang palsu, yang jelas-jelas hanya terasa indahnya dalam waktu singkat. Dan janganlah siakan cintamu hanya untuk satu waktu yang tak jelas dan memberikan keindahan sesaat tanpa terasa kehadirannya.
By Akira Chen’s Ns
Selasa, 13 Oktober 2009
Clannad After Story Anime
Minggu, 11 Oktober 2009
Vampire Knight

Yuki's earliest memory is of a snowy night in winter, when she was attacked by one vampire and was saved by another, Kaname Kuran. Ten years later, Yuki Cross, the adopted daughter of the headmaster of Cross Academy, has grown up and become a "prefect" (also known as a guardian) for the school with two purposes: to protect the Day class students (humans) from the Night class students (vampires) and to protect the true identity of the Night class students from being discovered by the Day class students. Her fellow guardian, Zero Kiryu, a childhood companion whose parents were killed by a pureblood vampire, is now determined to kill them all and refuses to trust them. Through a cruel twist of fate, Zero becomes a vampire himself, having been bitten by a pureblood vampire four years before, Shizuka Hiou. Kaname, Yuki's savior, leads the group of Night class, with the help of Takuma Ichijo (the vice president).
Minggu, 28 November 2010
Rahasia 90/10
Setiap hari merupakan hari yang buruk. Hal-hal tak menyenangkan selalu terjadi.
Stress yang terus menerus, tak ada sukacita, dan hubungan persahabatan yang retak. Waktu dipenuhi kekuatiran, kemarahan yang meretakkan persahabatan, hidup tampak suram dan tak dapat dinikmati sepenuhnya. Tak ada kawan. Hidup menjadi membosankan. Apakah Anda begitu? Bila ya, jangan patah semangat. Anda bisa berubah! Pahamilah dan gunakanlah rahasia 90/10. Ini akan mengubah hidup Anda.
Bagaimana rahasia itu?
10% hidup Anda adalah yang terjadi pada Anda yang tak dapat Anda hindari. Namun 90% hidup Anda ditentukan oleh bagaimana Anda menyikapi dan bereaksi terhadap yang 10% itu.
Apakah artinya ini? Kita tak dapat mengendalikan 10% yang terjadi pada diri kita. Kita tak dapat menghindari mobil yang rusak. Kita tak dapat menghindari pesawat yang datang terlambat, yang menyebabkan jadwal kita kacau. Anda mungkin terjebak dalam kemacetan lalu lintas. Kita tak dapat mengendalikan yang 10% ini.
Yang 90% berbeda. Anda dapat menentukan 90% sisanya ini.
Bagaimana? Dengan reaksi Anda. Anda tidak dapat mengendalikan nyala merah pada lampu pengatur lalu lintas, tetapi Anda dapat mengendalikan reaksi Anda.
Coba kita gunakan contoh ini.
Anda sedang makan pagi dengan keluarga Anda. Anak perempuan Anda menumpahkan secangkir kopi pada kemeja Anda. Anda tak dapat mengendalikan yang terjadi ini. Tetapi yang terjadi berikutnya ditentukan oleh reaksi Anda.
Anda mengumpat. Anda memarahi anak perempuan Anda karena telah menumpahkan kopi. Setelah memarahi anak Anda, Anda berganti menyalahkan isteri Anda karena meletakkan cangkir kopi itu terlalu di pinggir meja. Terjadi pertengkaran singkat. Anda bergegas naik ke atas dan mengganti kemeja Anda.
Ketika kembali ke bawah Anda mendapatkan anak Anda menyelesaikan makan paginya sambil menangis. Ketika ia siap untuk berangkat sekolah, ia sudah ketinggalan bis.
Isteri Anda harus segera berangkat bekerja. Anda harus mengantar anak Anda ke sekolah. Karena terlambat, Anda memacu mobil Anda dengan kecepatan 60 kilometer per jam di jalanan dengan batas kecepatan 45 kilometer per jam.
Setelah terlambat 15 menit dan membayar denda tilang 60 dolar, Anda sampai ke sekolah. Anak Anda lari ke gedung sekolah tanpa mengucapkan sepatah katapun pada Anda. Setelah terlambat 20 menit di kantor Anda sadar telah lupa membawa tas Anda.
Hari Anda telah dimulai dengan buruk. Ketika Anda melewati hari itu, segala sesuatu tampak makin buruk dan buruk. Tiba waktunya Anda pulang. Ketika Anda tiba di rumah ada kekecewaan dalam relasi Anda dengan isteri dan anak Anda.
Mengapa? Karena reaksi Anda pagi tadi.
Mengapa Anda mendapatkan hari yang buruk?
A. Apakah kopi yang menyebabkannya?
B. Apakah anak Anda yang menyebabkannya?
C. Apakah polisi yang menilang Anda yang menyebabkannya
D. Apakah Anda yang menyebabkannya?
Jawabnya adalah D. Anda tidak dapat menghindarkan yang terjadi dengan kopi Anda. Tetapi reaksi Anda dalam lima detik yang pertama yang menyebabkan hari buruk Anda.
Berikut ini adalah bagaimana yang bisa dan seharusnya terjadi.
Kopi menumpahi kemeja Anda. Anak Anda hendak menangis. Tetapi dengan ramah Anda berkata, “Tak apa sayang, hati-hatilah lain kali.”
Anda bergegas ke atas mengganti kemeja Anda. Ketika Anda turun, Anda melihat anak Anda lari ke bis sekolah. Ia menengok sambil tersenyum dan melambaikan tangan. Anda mengecup isteri Anda sebelum Anda berdua berangkat bekerja. Anda tiba 5 menit lebih awal dan dengan riang menyalami staf Anda. Bos Anda memuji Anda betapa baik pekerjaan Anda hari itu.
Perhatikan perbedaannya. Dua buah skenario. Keduanya berawal sama. Tetapi berakhir berbeda. Mengapa? Karena REAKSI Anda. Anda memang tidak dapat menghindari 10% yang terjadi. Tetapi sisanya yang 90% ditentukan oleh reaksi Anda.
Ini beberapa cara untuk menggunakan rahasia 90/10.
=> Bila seseorang berkata yang negatif tentang Anda, jangan marah. Jangan biarkan komentar negatif itu mempengaruhi Anda. Bereaksilah secara wajar dan janganlah merusak hari Anda. Reaksi yang salah dapat menyebabkan Anda kehilangan kawan, dipecat, menjadi stress dan sebagainya.
=> Anda kehilangan pekerjaan Anda. Mengapa harus kehilangan tidur nyenyak dan menjadi cemas. Gunakan waktu dan energi “kuatir” Anda untuk mencari pekerjaan lain.
Anda sekarang tahu rahasia 90-10. Gunakan itu dan Anda akan takjub akan hasilnya.
Yang Anda pikir, yang Anda tahu, atau yang Anda percayai, hanya berakibat kecil.
Yang memberikan akibat adalah yang Anda LAKUKAN.
PIANO
Sang ayah membeli 2 buah tiket pertunjukan, untuk dirinya dan anaknya. Pada hari pertunjukan, satu jam sebelum konser dimulai, kursi telah terisi penuh, sang ayah duduk dan putranya tepat berada di sampingnya. Seperti layaknya seorang anak kecil, anak ini pun tidak betah duduk diam terlalu lama, tanpa sepengetahuan anaknya, ia menyelinap pergi. Ketika lampu gedung mulai diredupkan, sang ayah terkejut menyadari bahwa putranya tidak ada di sampingnya. Ia lebih terkejut lagi ketika melihat anaknya berada dekat panggung pertunjukan, dan sedang berjalan menghampiri piano yang akan dimainkan pianis tersebut. Didorong oleh rasa ingin tahu, tanpa takut anak tersebut duduk di depan piano dan mulai memainkan sebuah lagu, lagu yang sederhana, twinkle2 little star.
Operator lampu sorot, yang terkejut mendengar adanya suara piano mengira bahwa konser telah dimulai tanpa aba-aba terlebih dahulu, dan ia langsung menyorotkan lampunya ke tengah panggung. Seluruh penonton terkejut, melihat yang berada di panggung bukan sang pianis, tapi hanyalah seorang anak kecil. Sang pianis pun terkejut, dan bergegas naik ke atas panggung. Melihat anak tersebut, sang pianis tidak menjadi marah, ia tersenyum dan berkata "Teruslah bermain", dan sang anak yang mendapat ijin, meneruskan permainannya. Sang pianis lalu duduk, di samping anak itu, dan mulai bermain mengimbangi permainan anak itu, ia mengisi semua kelemahan permainan anak itu, dan akhirnya tercipta suatu komposisi permainan yang sangat indah. Bahkan mereka seakan menyatu dalam permainan piano tersebut. Ketika mereka berdua selesai, seluruh penonton menyambut dengan meriah, karangan bunga dilemparkan ke tengah panggung.
Sang anak jadi GR (Gede Rasa), pikirnya "Gila, baru belajar piano sebulan saja sudah hebat!" Ia lupa bahwa yang disoraki oleh penonton adalah sang pianis yang duduk di sebelahnya, mengisi semua kekurangannya dan menjadikan permainannya sempurna.
Apa implikasinya dalam hidup kita ? Kadang kita bangga akan segala rencana hebat yang kita buat, perbuatan-perbuatan besar yang telah berhasil kita lakukan. Tapi kita lupa, bahwa semua itu terjadi karena Tuhan ada di samping kita. Kita adalah anak kecil tadi, tanpa ada Tuhan di samping kita, semua yang kita lakukan akan sia-sia. Tapi bila Tuhan ada di samping kita, sesederhana apapun hal yang kita lakukan hal itu akan menjadi hebat dan baik, bukan saja buat diri kita sendiri tapi juga baik bagi orang di sekitar kita. Semoga kita tidak pernah lupa bahwa ada Tuhan di samping kita
everything is beautiful
Untuk melihatnya, silahkan klik link dibawah ini, kemudian di download dan save dulu.
download here ~ ( just clicked )
Minggu, 30 Mei 2010
Chapter 2
*Dua hari berselang setelah perundingan*
Malam dimana Blue Moon sangatlah sepi, dimana banyak binatang malam berkeliaran. Tapi tidak dengan kaum Elf, Vampire, Angel, Devil, Manusia, dan Fairy. Mereka tertidur lelap di Karven mereka masing-masing, namun tidak untuk Culraen, Frassy, Helvy, Vilez, Harry, dan Vivy . Mereka telah meninggalkan Karven dan bersiap-siap dengan guardiannya masing-masing. Culraen, Vivy, Frassy, dan Helvy tidak sengaja bertemu dijalan ketika akan menuju gua Clave . “Heiii ,,, “ sapa Vivy yang sedang menunggangi guardiannya . “ Eh,, yah ?? ak tak menyangka akan bertemu dalam perjalanan.. hahaha “ kata Helvy sambil terkekeh . “ Heii…lihat keatas .. !! “ kata Vivy sambil menunjuk langit . “ Haiii.. haii.. “ sapa frassy sambil melintas dilangit dengan elok . “ Hello hel, vy ?? “ sapa Culraen dengan senyum yang ramah . “ Haii jugaaa .. “ jawab mereka serempak . Mereka pun melanjutkan perjalanan dengan tawa canda . Vivy yang menunggangi guardiannya yang seekor unicorn melaju dengan cepat melewati pohon-pohon dihutan Vrilley yang menjulang tinggi. Sedangkan helvy mencoba untuk mengejar Vivy yang ada didepannya sambil berteriak “Vyyyy.. tungguu.. aaa “ . Namun Vivy hanya tersenyum jail saja . Culraen dan Frassy menunggangi phoenix mereka dengan santai . Mereka seakan menari-nari diatas langit malam yang indah .
Ditempat lain, tepatnya di gua Clave Harry, dan Vilez hanya menghela nafas panjang yang menunggu kedatangan ke empat temannya yang lambannya seperti siput . “huuuuhff ,, kemana sih mereka ber empat ?? “ tanya Vilez dengan kesal . “ Paling-paling bermain seperti biasa sambil menuju kemari “ jawab Harry sambil melihat langit malam yang bertabur bintang-bintang kecil . “ Heiii ,, ayoo lekas cepat sebelum Vilez dan Harry mengamuk kepada kita “ teriak Frassy dari langit . “Oh .. tidak.. aku lupa .. !! ayo cepat Helvy “ Kata Vivy sambil melaju kencang . Mereka berempat pun melaju dengan cepat ke gua Clave . –wussssshhh- ‘’Huphh…!!! Akhirnya sampe juga “ kata Frassy turun dari guardiannya . Culraen, Helvy , dan Vivy pun menyusul tepat dibelakang Frassy dan mendarat dengan mulus . “ eheeem.. “ sanggah Vilez . “Eh.. haii ~ !! “ sapa Vivy dengan gemetaran . Tiba-tiba Culraen pun berdiri didepan Vilez . “ Hai Vil,, maaf jika kami terlambat .. Kau tau betapa sulitnya kluar dari Karven tanpa sepengetahuan orang bukan ?? “ Kata Culraen sambil tersenyum dingin terbesit diraut wajahnya sosok Vampire yang buas dan haus akan darah , dan belum lagi ketika matanya yang merah kelam yang dapat membuat orang sekitar merasakan ketakutan yang mendalam jika menatap langsung matanya tanpa mental dan hati yang kuat . Vilez dan smua kaum yang terdapat di pulau yang nan luas ini tau bagaiman sifat dan hal-hal mistis tentang Vampire berdarah murni ini . Vilez yang tak mau bertengkar dengan Culraen pun menjawab “ Kali ini kalian ku maafkan , ayo cepat Harry sudah menunggu di belakang gua “ jawab Vilez dengan malas .
Mereka pun mengikuti Vilez menuju gua belakang dengan masing-masing guardian yang mengikuti mereka dari belakang . “ Terima kasih raen~chan “ bisik Vivy . “ Hmm.. sama-sama “ balas Culraen dengan tersenyum . Mereka pun sampai dibelakang gua . “ Lama sekali kalian.. “ desah Harry yang sudah berada di mulut belakang gua . “ Hai,, maaf yah sediki terlambat .. tapi kami sudah siap kok !! “ jawab Culraen dengan tersenyum dingin . “ Ya sudah ayo kita berangkat !! ‘’ ajak Vilez dengan terburu-buru . Dengan menunggangi guardian masing-masing mereka pun siap untuk keluar dari mulu gua . “Heii,, kalian jangan kalah dengan kami yha .. ehhehe.. bwekkk “ ejek Vivy sebelum menaiki guardian kesayangannya . “ Hahahah, siapa juga yang mau kalah dengan anak kecil seperti mu ,, bweeekk “ balas Harry dengan nada mengejek . “ Hweehhhh , raen chaaan ~~ “ rengek Vivy . “ Ya ampun,, udah lah kalaian sama-sama anak kecil juga .. ahhaha.. yuk kita pergi “ kata Culraen mengajak . Mereka pun pergi dengan berhati-hati melewati mulut gua tersebut . Dengan cepatnya Vivy terbang ke langit menggunakan guardiannya . Ia melayang-layang diangkasa bagaikan burung merpati yang baru lepas dari sangkarnya . Culraen yang melihat hal tersebut hanya tersenyu kecil, karna Ia tau bagaimana sifat elf yang lugu itu .
Tanpa basa basi lagi mulai lah perjalanan mereka menuju air terjun 6 bintang . sebagian dari mereka menunggangi guardian mereka yaitu unicorn dan sebafian lagi menunggangi phoeninx . Dengan guardian mereka masing-masing melesat di langit serta menembus hutan yang nan lebat . Blue Moon yang akan menampakkan dirinya pun hampir terlihat . Cahayanya yang hampir terlihat dibalik langit-langit malam yang bertabur bintang . “ Heiii,, kita harus cepat !! “ teriak Vilez . Mereka pun memacu guardian masing-masing dengan cepat . “ Akhirnya sampai juga “ kata Frassy dengan terengah-engah . Mereka pun turun dari guardian masing-masing dan meninggalkannya digua yang tak dapat dilihat seorang pun . Mereka terus berjalan menyusuri jalan gelap dimana tetesan air-air mulai terdengar . Vivy yang takut gelap merangkul tangan Culraen dengan erat . Sampailah mereka di tengah-tengah air terjun 6 bintang . Air terjun yang begitu indah, dikelilingi kunang-kunang malam . Mereka pun menghadap sisi-sisi air terjun masing-masing yang mewakili kaum mereka . Dan mulai menunggum Blue Moon yang hampir muncul dibalik awan malam ..
~~~ To Be Continue ~~~
The History of Xhaveriuz Cross
Bertahun-tahun sebelum masehi dimana para vampire, elf, fairy, angel, devil, dan manusia saling berperang untuk mempertahankan hidup. Banyak dari mereka tewas akibat peperangan tersebut. Tak ada satupun dari mereka yang ingin berdamai. Kekacauan terjadi dimana-mana, teriakan, tangis, serta jeritan ketakutan menaungi perang tersebut. Hanya sedikit dari mereka yang dapat bertahan hidup dan melarikan diri dari peperangan tersebut. Tak kala ada sedikit dari mereka yang ingin berdamai. Seperti Vampire berdarah murni yang bijaksana bernama Culraen, Devil yang menyeramkan bernama Vilez, fairy yang ramah bernama Frasy, Elf yang murah senyum bernama Vivy, Angel yang baik hati bernama Helvy, dan Manusia yang berani bernama Harry. Mereka adalah wakil dari setiap kaum yang ingin berdamai dan mengakhiri perang ini. Mereka juga yang akan mengubah semua kekacuan ini, dan memulai zaman yang baru dimana semua kaum hidup dalam damai dan saling membantu.
Pada malam bulan purnama yang sunyi senyap mereka akan berkumpul untuk merundingkan tentang rencana mereka. Mereka akan berkumpul didekat goa yang terletak didalam hutan Harvest. “Psst….” Bisik Harry, “Sebelah sini…” pintanya. Helvy dan yang lain mengikuti Harry ke dalam hutan Harvest. Mereka akan membicarakan tahap-tahap bagaimana akan mengakhiri semua kekacauan ini. Akan tetapi mereka terus tetap waspada agar tidak ketahuan oleh kaum yang lainnya. Setibanya digoa mereka melepas jubah masing-masing dan memulai pembicaraan tersebut. Culraen pun memulai pembicaraan mereka, “aku ingin membereskan peperangan ini secepat mungkin, aku sudah tidak tahan lagi mendengar tangis mereka yang kehilangan keluargannya akibat perang ini..” katannya. “Begitu pula dengan aku Culraen aku sangat sedih melihat kejadian ini” kata Helvy sambil menghela nafas. “Kalian hanya bisa mengomel saja, makanya pikir kita datang tengah malam begini untuk memikirkan hal itu bukan..” dengus Vilez kesal. “Sudah-sudah jangan bertengkar, sebaiknya kita mulai pembicaraan kita..” kata Harry. “hmm,, bagaimana kalu kita berbicara lantang kepada smua kaum..” usul Vivy. “Tapi itu sangat sulit bukan ?? jika kita mengingat bahwa setiap kaum yang saling bertemu tanpa disengaja mereka akan langsung menyerang satu sama lain!!!” jawab Frasy mantap.”Betul apa yang dikatakan Vivy..” tambah Harry.
Sementara itu mereka sibuk dengan pikiran mereka sendiri, memikirkan jalan keluar ini semua. Hening sejenak Culraen pun berdiri dan memecah keheningan tersebut. “ Bagaimana kalau kita tanyakan kepada mereka.. Apa yang mebuat mereka benci terhadap kaum yang satu dan yang lainnya ?? “ kata Culraen antusias. “ Hmm,, menanyakan satu dan yang lain ?? Menurut ku itu ide bagus.. tapi bagaimana kita mengumpulkan mereka smua, jika mereka sibuk memikirkan perang antara satu dengan kaum yang lainnya ?? “ tanya Harry. “ hahaha.. itu sangat mudah bagiku” jawab Vivy dengan terkekeh. “Critakan caranya kalau begitu “ sanggah Vilez dengan dingin. “ Oke.. Kalian tau kan bahwa sesepuh kita akan selalu membantu kita jika dalam kesulitan ?? Nah,, kita datangi air terjun 6 bintang. Kita minta pada para sesepuh agar mengumpulkan smua kaum-kaum kita pada setiap sisi-sisi air terjun yang dimana sesepuh stiap kaum berada. Dengan begitu kita dengan mudah menjelaskan kepada smua yang ada di Pulau yang begitu besar ini. “ Jelas Vivy . “ Wah,, Ide yang bagus Vivy, kau Elf yang pintar ! hahaha “ kata Frasy denga senang. “ Air terjun 6 bintang yah ?? maksud mu bintang azure melambangkan kaum angel, marine melambangkan kaum elf, forein kaum fairy, bloody melambangkan kaum vampire, helly melambangkan kaum devil, dan bintang spare yang melambangkan kaum manusia” kata Helvy dengan tenang.
“Yuph.. betul.. !! bagaimana menurut kalian ?? “ tanya Vivy dengan penasaran. “ Mungkin bisa kita coba,, “ Jawab Culraen dengan tersenyum. “ Jadi kapan kita berangkat ke air terjun 6 bintang ?? “ tanya Harry. “ Hm.. Bagaimana lusa ?? tepat dengan kemunculan blue moon ?? bukankah sangat tinggi kesempatan pada saat itu untuk membujuk sesepuh ?? “ jawab Frassy. “ Oke.. kita putuskan lusa saat blue moon muncul.. kita berkumpul dengan guardian masing-masing menuju air terjun 6 bintang , oke ?? “ tanya Culraen dengan jelas. “ baiklah “ serempak mereka menjawab. “ Hei, jangan lupa kita berkumpul di gua Clave ok !? “ tukas Vilez . “ Hmm “ jawab mereka.
Rabu, 10 Maret 2010
NO TITLE
Di suatu pagi, sekitar jam 4, terlihat seorang pria dan seorang wanita sedang berbicara serius. Sang pria berkata ingin menanyakan beberapa hal kepada sang wanita, dan mereka akan bertemu di tempat dan jam yang sama. Yaitu di atas gedung itu, di tempat teratas gedung tua, yang dulunya adalah gedung pameran pernikahan. Berjanjilah mereka dan mereka bertemu lagi.
Saat si wanita tiba di tempat itu, terlihat sang pria sedang menikmati paginya dunia yang indah itu. Langit biru yang berhiaskan awan yang indah. Masih terlihat gelap, berkabut jg. Tapi sang pria tetap melukiskan sebuah senyuman kecil untuk pemandangan itu. Sang pria lalu menutup matanya, seperti berharap sesuatu, suatu hal yang mungkin tak dapat di rasakan lagi, yang takkan mungkin di dapatkannya. Tapi ia harus mencoba, bagaimanapun caranya. Apapun harus di coba, biarpun sulit, tapi tak mengapa jika itu baik adanya.
Saat mata pria itu terbuka perlahan, di rasakannya angin berhembus pelan mengenai rambutnya. Sejuk, nyaman terasa. Lalu wanita yang di tunggunya pun datang menghampiri dan berdiri di sebelahnya. Wanita itu tampak sangat cantik, meskipun masi gelap, tapi mata pria itu tak dapat melepaskan pandangannya.
Wanita disampingnya seperti bidadari pagi yang akan menemani waktunya sekarang ini. Bidadari yang mungkin takkan pernah tau perasaannya selama ini, bidadari yang selalu dia impikan, bidadari yang akan mencerahkan hati yang gelap dan rapuh itu, bidadari yang hanya ada dalam angan kelabunya, sebagaimana kita tau, tak terasa dan tergapai sedikitpun, tak terlihat secara kasat mata, dan, nyata tentunya.
Dengan senyumnya, wanita itu menyapanya :
“Sudah lama menungguku? Maaf aku agak terlambat. Aku habis bertemu dia, tampan sekali dia pagi ini, aku tak sabar untuk bertemu dia lagi.”
“oh ia, bagaimana juga kabarmu dengan dia, baik-baik saja bukan? Aku sangat senang jika kalian dapat berlanjut hingga ke tahap pernikahan. Undang aku jika memang begitu.”
Sang Pria yang sedang dalam suasana damai, membalas senyumannya dan berkata :
“Tidak juga, aku baru ada disini beberapa waktu yang lalu. Senang rasanya jika melihatmu dengannya. Aku turut bahagia. Dia memang yang terbaik untukmu, jangan lepaskan dia.”
“Hmm, tidak juga. Aku sudah berakhir dengannya, aku tidak menyukainya. Dia terlalu baik untukku, aku tak pantas dengannya, ada yang lebih mencintainya dan orang itu bukan aku.”
Wanita itu sedikit heran dan bertanya :
“Terimakasih atas dukunganmu, aku senang mempunyai teman sepertimu, akan ku pertahankan dia dan akan ku undang dirimu di acara ulang tahunku nanti, datanglah.”
“dan juga bagaimana dengan dirimu sekarang, sendirikah? Atau sudah mendapatkan yang lain? Apa kau mencintai wanita lain, yang mungkin lebih cantik dan berharga di matamu? Kenalkah aku? Kenalkanlah denganku, aku akan sangat senang mengenalnya. Dia pilihan hatimu.”
Sang Pria dengan ramah menjawab :
“Tentu, aku akan selalu mendukungmu, tak perlu kau khawatirkan itu. Dan aku pasti akan datang, tak perlu kau tunggu, aku akan berada disana sebelum waktunya.”
“Ya, aku sendiri, dan ingin aku mendapatkan wanita itu, biarpun wanita itu tidak mencintaiku, dan aku tau mengapa dia tidak mencintaiku sedikitpun, dia mencintai pria lain. Pria itu tentu berharga dan yang paling dia inginkan seumur hidupnya. Dirimu pastilah mengenal wanita itu, karna dia selalu berada didekatku, aku menyukainya seperti dia menyukaiku, tapi tidak dalam arti yang sama.”
Wanita itu berpaling padanya dan berkata :
“Kau teman terbaikku, aku takkan melupakanmu hingga nanti. Aku menyayangimu.
( Memeluk pria itu dan mencium pipinya )
“Sekarang sudah selesai, aku harus siap-siap untuk pergi dengannya. Jangan putus asa, wanita itu harus tau perasaanmu, katakanlah. Aku akan selalu mendukungmu.”
“Sampai jumpa di pesta ulang tahunku nanti.”
Wanita itu lalu pergi dengan langkah yang indah. Cahaya mulai terpancar ke atas balkon tempat wanita itu pergi. Sinar mata wanita itu masi terbayang di benak sang pria. Pelukannya seperti membawanya terbang ke atas dan mengelilingi awan putih yang indah. Tubuh bidadari tadi mendekapnya dengan pelan, dekapannya membangkitkan semangatnya yang mulai layu. Kini rasa sepi dan hampa pun seperti terusik begitu saja. Tenang jika bertemu dengannya.
“Akankah terasa lagi?”
Seminggu berlalu dengan cepat. Sang pria mendengar bel rumahnya berbunyi, terlihat seorang wanita cantik berdiri di depannya, tersenyum indah dengan rambut panjangnya. Bidadarinya yang telah lama tak ditemuinya, kembali datang kepadanya. Wanita itu datang dengan seorang pria yang diketahui adalah pria impiannya. Dia terlihat bahagia.
Bicaralah Wanita itu :
“Pagi, bagaimana kabarmu hari ini? Aku yakin pagi ini menyenangkan untukmu. Aku tak bisa lama, aku hanya ingin memberikan ini untukmu. Datanglah. Aku menunggumu. Sampai jumpa nanti malam.”
Wanita itu lalu berjalan pergi ke pria idamannya. Mereka berdua sangat cocok. Serasi. Tak terlihat perbedaan yang membuat mereka berdua seperti tidak cocok. Mereka berdua membuat sang pria itu terpaku sesaat, lalu membuka kertas pemberian tadi.
Datanglah ke acara ulang tahunku malam ini. Aku mengundangmu secara khusus, aku yakin kau pasti akan datang, seperti perkataanmu waktu itu. Aku tak perlu hadiah yang mahal ataupun indah, aku hanya ingin kau datang dengan senyum yang indah seperti pertemuan kemarin. Aku menyukaimu. Jangan kecewakan aku. Datanglah dengan pakaian yang indah, aku akan senang melihatmu nanti.
Sang pria terpaku, tak tau harus bagaimana. Seperti terpikir, ia pun membeli sebuah kalung yang bermatakan hati. Indah terlihat. Berkilauan dan pasti akan terlihat lebih dari pada indah jika wanita itu mengenakannya. Tak sabar rasanya. Sebentar lagi acaranya akan dimulai. Pria itupun segera berdiri diantara yang lainnya. Siap untuk memulai acaranya.
Wanita itu lalu tersenyum setelah selesai membuat permohonan dan memberikan potongan pertama pada pria idamannya. Iri rasanya, tapi tak mengapa. Lalu sang Pria yang sudah bersiap ingin pergi, maju dan memberikan hadiahnya. Wanita itu membukanya dan memintanya untuk memakaikannya, Sang pria dengan senang hati memakaikannya dan kalung itupun indah sekali ketika terpakai. Tampak berkilauan di leher bidadari cantik di depan matanya. Bidadari ini indah di pandang, tak ingin melepaskan sedikitpun yang terlihat tentangnya, tapi waktu tak mengijinkan, dan saatnya sang pria untuk pergi. Waktunya sudah habis.
Sang pria kini sedang berada di tempat pertemuannya dengan sang wanita. Tapi kali ini dia sendirian, sang wanita sedang bersama pria idaman. Luka yang selama ini ditahan, kini tak mampu lagi di rasakan, terlalu dalam sudah luka yang tergores, hingga air matapun jatuh tak tertahankan, menetes sedikit demi sedikit.
Terbayang tentang bidadari yang tadi di pandanginya, indah dan cantik. Begitu sempurna baginya hingga tak mampu dijelaskan dengan kata-kata. Tak mengapa, jadikan sebagai memory yang indah. Memory terakhir yang akan diingatnya.
Wanita itu kini kembali datang dan memeluknya. Menangis dan bertanya mengapa meninggalkannya begitu saja. Seakan tak ingin kehilangan, pelukan itu kini makin terasa erat.
“Mengapa kau pergi, aku ingin kau bersamaku, jangan pergi sebelum aku memintanya, sebelum waktu habis dan acarapun selsai. Tetaplah bersamaku meramaikan acara.”
Sang pria lalu melepaskan pelukan itu. Angin kembali berhembus pelan. Lalu berkatalah ia :
“Maafkan aku, aku tak mampu melihatnya lagi. Aku tak sanggup lagi. Benar. Kali ini akan aku katakan padamu.”
“Aku menyukaimu. Lebih dari suka. Lebih dari yang kau tau dari perkenalan kita selama ini.”
“Aku Menyayangimu. Lebih dari kata sayang. Sayang yang tak dapat di artikan dalam bentuk pertemanan.”
“Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu. Apa adanya. Aku akan menerima semua yang ada jika aku mampu dan aku ingin memilikimu. Tapi aku yakin takkan bisa.”
“Jika aku memintamu untuk meninggalkannya, maukah dirimu? Tidak!
“Jika aku memintamu menyayangiku lebih dari pada dia, bisakah? Tidak!
“jika aku menginginkanmu, maukah kau datang?Tidak!
“jika Aku mencintaimu, cintakah kau padaku? Tidak!
“Jika memang tidak, katakanlah sekarang. Tidak !
Mendengar jawaban wanita itu, sang pria bertanya lagi :
“Jika kau telah mencintainya, tentu kau lebih memilihnya dari aku bukan? Iya!
“Jika hatimu sudah bersamanya, takkan ada lagi untukku? Iya!
“Jika aku bukan temanmu, tentu aku takkan kau ingatkan? Iya!
“Jika dirimu sudah memilih, tentu bukan aku orangnya, benar? Iya!
“Jika memang itu semua pilihanmu, tak apa bagiku untuk mengakhiri semuanya malam ini. Dan Iya!
“Terimakasih untuk semua perhatianmu malam ini. Aku tau dari awal takkan mungkin lagi. Tak ada kesempatan untukku menyentuh hatimu sedikitpun. Ruang kecil itu sudah terisi oleh dirinya. Dia yang dapat membuatmu tersenyum setiap kali bertemu denganku. Tak apa bagiku jika begitu.
Jika tak ada kesempatan lagi, kali inilah aku akan mengatakannya padamu. Padamu bidadari hatiku selama ini. Tak kuasa aku menahan air mata jika merasakan perih dan luka yang tertanam dalam lubuk hatiku. Baiklah, aku selsaikan saja rasa sakit ini. Ini terakhir kalinya. Bolehkah aku melihatmu untuk sebentar saja? Biarkan aku menikmati pemandangan indah di hadapanku. Biarkan aku melihat bidadariku malam ini. Sesaat saja. Biarkan aku. Dan jangan sesali apa yang terjadi, apa yang telah menjadi keputusanmu, hargai dan teruskanlah. Aku mencintaimu, selalu dan akan selalu mencintaimu.”
Lalu sang pria berlari dan melompat ke bawah. Pria itu langsung diam membeku. Darah bercucuran dari tubuh yang tak berdaya itu. Kini ia telah berada di atas lagi. Dengan raganya yang tak tampak, memeluk erat wanita itu. Meskipun tak terasa, tapi sang pria bahagia bisa menyatakan perasaannya, tenang dan akan damai. Sang pria pun terbang pergi bersama malaikat dan pergi entah kemana.
Wanita yang terpaku diam, tak berdaya itu pun tanpa pikir panjang, ikut melompat dan akhirnya mati dengan kondisi yang parah. Meninggalkan pria idamannya. Karna sesaat setelah ia menolak sang pria, ia tersadar apa yang telah di ucapkannya dan kini berharap dapat bersama dengan sang pria meskipun di dunia yang tak sama lagi keadaannya.
Dan buktikanlah jika cintamu itu sejati. Jangan buat cinta yang palsu, yang jelas-jelas hanya terasa indahnya dalam waktu singkat. Dan janganlah siakan cintamu hanya untuk satu waktu yang tak jelas dan memberikan keindahan sesaat tanpa terasa kehadirannya.
By Akira Chen’s Ns
Selasa, 13 Oktober 2009
Clannad After Story Anime
Minggu, 11 Oktober 2009
Vampire Knight

Yuki's earliest memory is of a snowy night in winter, when she was attacked by one vampire and was saved by another, Kaname Kuran. Ten years later, Yuki Cross, the adopted daughter of the headmaster of Cross Academy, has grown up and become a "prefect" (also known as a guardian) for the school with two purposes: to protect the Day class students (humans) from the Night class students (vampires) and to protect the true identity of the Night class students from being discovered by the Day class students. Her fellow guardian, Zero Kiryu, a childhood companion whose parents were killed by a pureblood vampire, is now determined to kill them all and refuses to trust them. Through a cruel twist of fate, Zero becomes a vampire himself, having been bitten by a pureblood vampire four years before, Shizuka Hiou. Kaname, Yuki's savior, leads the group of Night class, with the help of Takuma Ichijo (the vice president).
.jpg)